- Fakta-fakta tentang wisatawan muslim milenial di dunia baru-baru ini terungkap berdasarkan laporan terbaru dari Mastercard-HalalTrip Muslim Millenial Travel Report 2017 (MMTR2017).
Laporan tersebut mengungkapkan pentingnya perkembangan generasi penerus dari wisatawan Muslim terhadap sektor pariwisata di seluruh dunia.
Tidak ada keraguan bahwa semua pihak di sektor pariwisata harus lebih memerhatikan pasar wisatawan muslim milenial ini yang dapat mendorong pengeluaran untuk tiket pesawat, hotel dan wisata, ujarFazal Bahardeen, CEO dari CrescentRating & HalalTrip dalam siaran pers yang diterima KompasTravel, Jumat (3/11/2017).
MMTR2017 merupakan laporan komprehensif pertama yang melakukan penelitian terhadap meningkatnya wisatawan Muslim milenial di seluruh dunia. Laporan ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi dari pasar muslim milenial bagi destinasi-destinasi wisata, operator tur, maskapai penerbangan, dan industri pariwisata serta perhotelan.
Pihak Mastercard-HalalTrip melakukan penelitian untuk menyoroti motivasi, kebiasaan, kebutuhan dan preferensi yang dimiliki oleh segmen muslim milenial saat melakukan perjalanan.
Penelitian wisatawan muslim milenial berbasis survei berfokus pada 372 responden berumur 18 36 tahun dengan berbagai latar pendidikan dan pekerjaan yang tinggal di lima benua yaitu Afrika, Amerika, Asia Pasifik, Eropa, dan Timur Tengah.
Komposisi responden yaitu 33 persen laki-laki dan 51 persen perempuan. Responden didominasi oleh penduduk yang tinggal di Asia Pasifik (88 persen).
Survei dilakukan secara online mulai dari bulan April hingga September 2017. Berikut ciri-ciri atau karakteristik wisatawan milenial berdasarkan laporan MMTR2017.
1. Dari muslim milenial yang disurvei, selain berwisata untuk liburan (93 persen), mereka juga melakukan perjalanan dengan tujuan untuk menikmati budaya dan warisan lokal (63 persen) dan mengunjungi teman dan kerabat (43 persen).
2. Mayoritas dari muslim milenial gemar berwisata. Mereka melakukan perjalanan sebanyak dua hingga lima kali per tahun (46 persen) dan rata-rata empat hingga enam hari per perjalanan (41 persen).
No comments:
Post a Comment