Saturday, April 18, 2020

Sejarah Petra, Kota Batu Kuno yang Menawan di Yordania

Melihat kota yang bangunannya terbuat dari batu dan berada di dinding tebing tentu hanya ada di dalam film. Namun, hal itu tidaklah benar. Kota batu semacam itu benar-benar ada di dunia.

Kota batu tersebut ada di "Kota Mawar" Petra yang berada di Negara Yordania. Petra mulai dikenal banyak orang ketika situs ini masuk ke dalam salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru pada tahun 2007.

Petra berjarak sekitar 233 kilometer dari Ibukota Yordania, Amman. Waktu tempuh dari sana adalah kurang-lebih tiga jam. Saat ini, Petra banyak dikunjungi wisatawan dari seluruh dunia karena keunikan yang ada di sana.

Selain menyajikan arsitektur yang dibangun pada dinding batu, ternyata Petra tidak hanya cocok untuk dilihat saja. Arsitektur unik ini juga memiliki kisah sejarah masa lalu yang menarik untuk diketahui.

Dilansir dari Theculturetrip, antara tahun 400 sebelum masehi hingga 106 masehi, kota yang kini telah ditinggalkan itu berkembang pesat sebagai pisay perdagangan. Selain itu, Petra merupakan ibu kota kerajaan Nabath yang berjaya.

Masyarakat Nabath mendiami Petra sejak tahun 312 sebelum masehi, jauh sebelum kekaisaran Romawi ada. Mereka mengendalikan jalur perdagangan kuno yang membentang dari Tepi Barat ke Yordania, menuju perbatasan utara di semenanjung Arab.

Kehidupan mereka pun termasuk maju pada saat itu. Teknologi transportasi dan sistem irigasi sistemik sudah ada, serta masih bisa berfungsi dengan baik hingga sekarang. Pada masa keemasan Nabath, penduduk Petra ada sekitar 20.000 jiwa.

Friday, April 17, 2020

Puncak Gunung Telomoyo di Jawa Tengah, Bisa Dicapai Naik Motor

Gunung Telomoyo merupakan tujuan yang pas bagi kamu yang ingin ke puncak gunung tanpa perlu capek berjalan kaki. Hal itu karena puncak Gunung Telomoyo bisa dicapai dengan mengendarai sepeda motor.

Telah tersedia infrastruktur jalan aspal dari kaki hingga puncak Gunung Telomoyo yang bisa dilalui sepeda motor. Rute ke puncak gunung dengan mengendarai motor bisa dicapai dari Area Parkir Wisata G. Telomoyo yang ada di Kecamatan Ngablak, Magelang.

Memang perjalanan menuju puncak Gunung Telomoyo bisa kamu lakukan dengan mengendarai sepeda motor. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai perjalanan.

Berikut ini adalah 4 tips naik motor ke puncak Gunung Telomoyo, Jawa Tengah:

Menuju puncak Gunung Telomoyo memang bisa dijangkau dengan naik sepeda motor. Namun tetap saja yang namanya menuju puncak gunung, perjalanan tetap akan melalui jalan menanjak. Untungnya tanjakan tidak terlalu terjal.

Perjalanan menuju puncak gunung bisa ditempuh dengan berbagai jenis motor, mulai bebek hingga trail. Bahkan menurut petugas jaga di loket, motor matic bisa mencapai puncak.

Meski demikian, hendaknya perhatikan kondisi sepeda motor. Jangan sampai sepeda motor mengalami gangguan mesin yang membuatnya tidak kuat menanjak. Jika menemukan gangguan mesin, lebih baik lakukan servis sebelum berangkat.

Mengenal Tampak Siring, Istana yang Akan Didatangi Obama

- Mantan presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama akan menghabiskan waktu liburan di Bali selama lima hari mulai Jumat (23/6/2017). Selama di Bali, Obama disebut-sebut bakal menginap di Four Seasons Resort, Desa Sayan, Ubud, Gianyar.

Obama berkunjung ke Bali bersama 13 orang lainnya antara lain istri, anak-anaknya dan iparnya. Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, sudah ada empat tempat yang disurvei pihak Istana Kepresidenan Amerika Serikat dan Kemenlu. Salah satunya adalah Istana Tampak Siring yang kemungkinan besar menjadi tujuan liburan Obama ke Bali.

Seperti apa obyek wisata yang bakal dikunjungi Obama itu?

Dilansir dari situs kepresidenan, presiden.go.id, Istana Tampak Siring merupakan istana satu-satunya yang dibangun oleh pemerintah Indonesia setelah merdeka. Dalam proses pembangunan Istana Tampak Siring, Presiden Soekarno memberi banyak masukan pada rancang bangun.

"Bung Karno menggagas pendirian sebuah kediaman presiden di Tampaksiring untuk merespon semakin seringnya menerima tamu negara dari berbagai negara. Pulau Bali yang terkenal di mancanegara karena keindahannya juga menjadi minat dari banyak tamu negara. Karena itu sebuah istana kepresidenan untuk menyambut tamu negara didirikan di pulau Bali," bunyi keterangan yang tertulis di laman tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Gede Yuniartha, mengatakan bahwa Istana Tampak Siring merupakan istana presiden yang ada di Bali. Menurutnya, Istana Tampak Siring juga memiliki pemandangan yang menarik.

"Mungkin dari segi keamanan ya siapapun gak bisa masuk ke sana. View-nya bagus. Ada sawahnya, ada juga tempat pemandian, juga sebelahnya merupakan obyek wisata," jelas Agung saat dihubungi KompasTravel, Jumat (23/6/2017).

Kolam pemandian yang dimaksud adalah Kolam Tirta Empul. Obyek wisata Tirta Empul merupakan salah satu primadona kunjungan wisatawan lantaran lokasinya berada pada jalur wisata ke Denpasar-Kintamani, juga memiliki daya tarik tinggi dengan pancuran air suci.

Selain tempat peristirahatan presiden dan keluarganya, Istana Tampak Siring juga kerap digunakan sebagai tempat pertemuan-pertemuan informal bernuansa politik. Di Istana Tampak Siring ini, Presiden Ne Win dari Burma melakukan perundingan dengan Presiden Soeharto pada 1982.

Kepala-kepala negara lain juga pernah diterima di Istana Tampak Siring antara lain Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia), Perdana Menteri Jawaharlal Nehru (India), Perdana Menteri Nikita Kruschev (Uni Soviet), Ratu Juliana dan Pangeran Bernhard (Belanda), Putra Mahkota Akihito dan Putri Michiko (Jepang), Presiden Ne Win (Birma), Pangeran Norodom Sihanouk (Kamboja), Presiden Republik Demokratik Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao dan Sekretaris Jenderal PBB Javier Perez de Cuellar.

10 Kota dengan Harga Menginap di Hotel Bintang Lima Lebih Murah

Pengalaman menginap di hotel bintang lima, banyak diinginkan para pejalan. Sayangnya, tarif menginap di hotel bintang lima per malam tidak murah dan sulit untuk dijangkau.

Sebuah situs wisata Asher & Lyric melakukan survei terkait tarif menginap rata-rata di kamar hotel bintang lima yang tersebar di kota kota dunia. Survei ini dilakukan terhadap tarif hotel bintang lima dalam periode Desember, Maret, Juni, dan September 2018.

Dari sana maka dapat disimpulkan, 10 kota dengan tarif menginap di hotel bintang lima yang lebih murah jika dibanding dengan tarif menginap di hotel bintang lima yang berada di kota-kota lain.

Sebagai gambaran perbandingan, tarif menginap di hotel bintang lima yang berada di St Moritz, Swiss mencapai 2.107 dollar AS atau setara Rp 30 juta per malam pada musim high season atau ramai kunjungan.

Di Manila, Filipina yang termasuk dalam 10 kota dengan tarif hotel bintang lima termurah, tarif menginap di hotel bintang lima sekitar 120 dollar AS atau setara Rp 1,7 juta per malam pada musim high season. Perbedaan yang sangat signifikan bukan?

Berikut 10 kota dengan tarif menginap per malam di hotel bintang lima termurah di dunia pada musim high season atau ramai kunjungan. Siapa tahu Anda berminat memesan saat mengunjungi kota-kota ini:

1. Manila, Filipina 120 dollar AS setara Rp 1,7 juta
2. Chennai, India 137 dollar AS setara Rp 1,9 juta
3. Dubai, Uni Emirat Arab 146 dollar AS setara Rp 2,0 juta
4. Kairo, Mesir 161 dollar AS setara Rp 2,3 juta
5. Siam Reap, Kamboja 166 dollar AS setara Rp 2,4 juta
6. Panama, Panama 174 dollar AS setara Rp 2,5 juta
7. Brussels, Brussel 175 dollar AS setara Rp 2,5 juta
8. Bali, Indonesia 180 dollar AS setara Rp 2,6 juta
9. New Delhi, India 184 dollar AS setara Rp 2,6 juta
10. Addis Ababa, Etiopia 206 dollar AS setara Rp 2,9 juta

Nikmatnya, Menyantap Durian Berlatar Lembah dan Tebing

Tak ada yang lebih nikmat ketika indera perasa dan penglihatan dimanjakan dalam satu waktu. Inilah yang dirasakan saat berkunjung ke Lembah Harau yang terletak dua kilometer dari pusat Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Lembah yang digadang sebagai salah satu yang terindah di Indonesia ini memiliki pemandangan yang sungguh menakjubkan.

Coba bayangkan lembah dengan bebatuan granit coklat kemerahan setinggi ratusan meter. Ditambah petak sawah yang hijau seakan menambah segar mata.

Persis di seberang anjungan foto dengan papan tulisan "Harau Valley" terdapat kios yang menjual durian kampung setempat.

Bagi pecinta durian, sayang untuk melewati durian kampung asli Sumatera Barat ini.

"Ini sudah habis musim, jadi susah carinya dan buahnya sudah kecil-kecil," kata penjual durian di Lembah Harau saat KompasTravel berkunjung, Senin (1/5/2017).

Durian kampung dari Lembah Harau ini memiliki rasa manis yang sangat legit, dengan tekstur daging yang lembek. Hanya saja, mirip durian kampung lainnya, biji buah durian berukuran besar.

Satu buah durian kampung Lembah Harau yang kecil dihargai Rp 25.000. Sedangkan ukuran yang lebih besar dihargai Rp 35.000.

Thursday, April 16, 2020

Ayam Kesrut dari Banyuwangi, Bumbu Sederhana Rasa Istimewa

- Ayam Kesrut adalah salah satu kuliner khas Suku Osing di Banyuwangi yang diangkat pada Festival Banyuwangi Kuliner (Bakul) 2018.

Ayam Kesrut atau Uyah Asem berbahan baku ayam kampung muda yang dimasak dengan bumbu-bumbu sederhana yaitu, cabai merah besar, cabai rawit, terasi, gula, garam dan juga belimbing sayur.

Cara memasaknya pun sangat mudah, ayam kampung dipotong kecil-kecil lalu direbus dengan bumbu yang sudah dihaluskan hingga matang. Terakhir masukkan belimbing sayur yang sudah dipotong-potong.

"Bumbunya tanpa menggunakan bawang-bawangan. Jadi sangat sederhana sekali masaknya. Seperti sup. Rasanya pedas, gurih, segar, asam dari belimbing sayur. Ayamnya juga tidak perlu digoreng lebih dulu," kata Mamet, salah satu pemilik warung yang ikut dalam festival Banyuwangi Kuliner kepada Kompas.com, Kamis (12/4/2018).

Namun, menurutnya, ada juga yang menambahkan sedikit potongan lengkuas dan juga bunga kecombrang agar lebih kaya rasa. Selain itu agar porsinya lebih banyak, ada juga yang menambahkan potongan pepaya muda atau kacang panjang.

Mamet mengatakan agar daging ayam yang dimasak tidak terlihat pucat, dia menambahkan cabai merah besar sedikit lebih banyak sehingga warna dari cabai terlihat dipotongan daging ayam.

Selain itu, dia memilih ayam kampung jantan yang masih muda dan potongan daging ayam dimasukkan setelah air telah mendidik. "Saat masak saya menggunakan api sedang sehingga daging ayamnya masak sempurna dan bumbunya meresap ke tulang dan daging ayam," kata Mamet.

Walaupun rasa ayam kesrut relatif pedas, untuk menikmatinya masih harus dilengkapi dengan sambal segar dan pepas tahu serta kerupuk kulit sapi atau rambak dan nasi putih hangat.

Saat ini, ayam kesrut ini banyak ditemukan di warung-warung di kawasan kota Banyuwangi dan pedesaan di lereng Gunung Ijen. Tidak hanya itu, hotel berbintang di Banyuwangi juga banyak yang menawarkan menu ayam kesrut ini.

Sementara itu Hasnan Singodimayan, budayawan Banyuwangi kepada Kompas.com mengatakan ayam kesrut atau uyah asem mulai populer sejak tahun 1950-an dan masuk kuliner golongan kelas menengah.

Hongkong Kembangkan Destinasi untuk Wisatawan Milenial Indonesia

Populasi millenials Indonesia yang mencapai 36 persen dari total penduduknya, membuat banyak negara meliriknya sebagai pasar wisatawan. Tak terkecuali Hongkong yang sudah mempersiapkan beragam destinasi menariknya.

Regional Director South East Asia Hongkong Tourism Board, Simon Wong mengatakan di tahun 2017, jumlah milenial Indonesia yang datang ke Hongkong naik drastis.

Kenaikan wisatawan milenial Indonesia naik hingga 71 persen di 2017 dari tahun sebelumnya, ujarnya saat Media Gathering di Grand Indonesia, Rabu (6/12/2017).

Menurutnya, dari data yang ia peroleh, milenial bisa bepergian tiga kali lebih sering dibanding generasi X. Dalam bepergian, 86 persen milenial lebih tertarik merasakan pengalaman budaya baru dan 69 persen ingin mencoba makanan khas di daerah yang dikunjungi.

Oleh karena itu Hongkong Tourism Board (HKTB) kini fokus memfasilitasi wisata berbasis budaya lokal dengan berbagai pengalaman menarik yang disuguhkan kepada wisatwan.

Kita mau mendekatkan wisatawan dengan budaya lokal, di mana ia bisa menikmati Hongkong seperti layaknya masyarakat lokal, ujarnya.

Di dalam kota Hongkong yang tak begitu besar, wisatawan dapat menikmati ragam budaya dan banyak atraksi tanpa harus banyak menghabiskan waktu. Hanya dalam tiga hari dua malam, wisatawan milenial bisa menikmati wisata budaya, alam, dan kuliner khasnya.

Beberapa yang telah dipersiapkan untuk menyambut wisatawan Indonesia ialah mempercantik kota tua dengan beragam karya futuristik seperti mural-mural yang instagenik di tengah kawasan bersejarah.