Tiba-tiba muncul beberapa orang dengan dandanan aneh di Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik, Jawa Timur, Senin (3/4/2017) malam.
Ada yang berdandan ala pendekar, manusia sayur, bunga dengan ukuran besar, animasi hewan, hingga zombie. Mereka layaknya tokoh-tokoh yang biasa kita jumpai saat menonton film animasi.
Ternyata hal itu merupakan bagian dari suasana pameran kreatif yang coba diusung para pegiat seni yang ada di Gresik. Pameran kreatif ini digelar mulai Sabtu (1/4/2017) hingga Senin (3/4/2017) malam. Tidak hanya kesenian, namun beragam sajian usaha ekonomi yang sifatnya kreatif dari warga asli Kota Santri tersebut juga coba ditampilkan untuk menarik minat pengunjung.
Kami ingin antusias warga di Gresik, khususnya mereka yang memiliki usaha kreatif dapat tertampung dalam agenda ini. Sebab selama ini tidak hanya seniman, namun para pegiat usaha kreatif juga begitu kesulitan dalam menemukan wadah dalam memamerkan hasil kreasinya, ucap penggagas acara pameran kreatif tersebut, Kris Aji, saat ditemui di akhir penyelenggaraan acara, Senin (3/4/2017) malam.
Dari 15 jenis ekonomi kreatif Indonesia, baik kuliner, periklanan (advertising), arsitektur, pasar barang seni, kerajinan (craft), desain, fashion, video-film-fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan (showbiz), penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan peranti lunak (software), televisi-radio (broadcasting), riset serta pengembangan, hampir semuanya ditampilkan pada agenda pameran.
Hanya film saja yang tidak ada dalam acara kali ini, karena biayanya cukup besar. Sementara lainnya ada, dan sangat diminati oleh para pengunjung, jelasnya.
No comments:
Post a Comment