- Sejumlah peserta Bersepeda di Jantung Borneo mulai terlihat kelelahan menjelang rest point di Lanjak, Kecamatan Batang Lupar, Kalimantan Barat, Sabtu (28/10/2017).
Tujuh kilometer pertama, peserta melewati jalan aspal mulus usai pelepasan di PLBN Badau. Jalur kemudian berubah menjadi jalan tanah serta kerikil ketika melewati jalan yang sedang mengalami perbaikan.
Jalanan yang rusak dan licin sempat membuat energi peserta terkuras. Karena, selain jalanan yang licin dan becek, kondisi tanjakan yang panjang serta turunan ekstrem juga membuat peserta harus ekstra hati-hati dan menguras tenaga saat melewatinya. Hal tersebut tak terlepas dari kontur wilayahnya yang berbukit.
Beberapa peserta juga ada yang kemudian menaikkan sepeda mereka ke atas mobil pikap yang disiapkan panitia. Ada juga peserta yang terpaksa menaikkan sepeda ke atas mobil karena ban sepedanya pecah.
Seperti yang dialami Edy Kurniawan Wijaya dari Sintang Orangutan Cycling Club, peserta asal Kabupaten Melawi ini terpaksa menaikkan sepedanya ke mobil tim dokumentasi.
"Ban yang saya pakai ini untuk jalan aspal, tadi waktu lewat kerikil sempat agak oleng jalan nya gak seimbang," katanya.
Meski demikian, Edy bertekad untuk melanjutkan perjalanan hingga finisi di Rumah Betang Dayak Iban di Bukit Kedungkang dengan pemandangan Danau Sentarum.
Perjalanan dari start point menuju rest area ditempuh sepanjang 46 Kilometer. Sekitar pukul 11.30 WIB, semua peserta berhasil mencapai rest point.
Sepanjang perjalanan, peserta disuguhi pemandangan perbukitan yang menghampar di sepanjang perjalanan.
Usai beristirahat, pukul 13.00 WIB peserta kembali melanjutkan perjalanan menuju titik finish di Bukit Kedungkang.
No comments:
Post a Comment