Sunday, September 15, 2019

Karong Woja Wole, Tradisi Mengantar Padi Suku Gunung di Flores (1)

Suku Gunung dan sejumlah suku di kawasan selatan dari Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur, masih menyimpan warisan leluhur yang unik dalam menghormati dan menghargai alam semesta.

Bahkan, warisan itu juga menghormati Sang Pencipta alam semesta untuk dikelola, diolah demi keberlanjutan hidup manusia di bumi ini.

Warisan yang menghormati alam semesta itu adalah tradisi Karong Woja Wole. Karong Woja Wole merupakan tradisi yang mengantar padi sebagai ratu alam semesta di Suku Gunung dan suku-suku lain yang tersebar di kawasan selatan Kota Komba.

Kawasan selatan Kota Komba menggunakan bahasa Kolor sebagai bahasa adat dan bahasa komunikasi antarsesama suku di kawasan tersebut.

Karong Woja Wole dalam bahasa tutur dan bahasa lisan orang Kolor diterjemahkan sebagai berikut, "karong" diartikan mengantar, "woja" diartikan padi, dan "wole" diartikan padi yang sudah merundung dengan bulir-bulirnya panjang.

Senin pagi (30/7/2018), tua-tua adat serta 18 kepala keluarga sebagai pemilik lahan di Lingko Rumbit, perkebunan komunal siap-siap melaksanakan ritual Karong Woja Wole.

Saat ayam berkokok di Kampung Lete, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, tua-tua adat bersama dengan 18 kepala keluarga menyiapkan berbagai keperluan dan kebutuhan untuk melaksanakan ritual itu di Lodok Lingko Rumbit dengan seekor ayam.

Nasi, moke lokal, parang yang dipakai di pinggang kaum laki-laki serta sejumlah kaum perempuan dan Tuan Tana, Katarina Ndakis di lingko rumbit tersebut.

Langkanya kaum perempuan sebagai tuan tana dari lingko Rumbit yang berasal dari suku Kenge, walaupun ia menikah dengan tokoh adat di Suku Gunung, Stanislaus Jalang.

Tua-tua adat bersama dengan 18 pemilik lahan atau mozo yang sudah dibagikan oleh tuan tana melalui Dor. Dor adalah pengatur lahan-lahan lingko kepada 18 kepala keluarga untuk digarap dalam menanam berbagai jenis tanaman, seperti padi, ubi kayu, ubi tatas.

No comments:

Post a Comment